Showing posts with label Cara Agar Cepat Hamil. Show all posts
Showing posts with label Cara Agar Cepat Hamil. Show all posts

7,8 Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi Kronik

7,8 Juta Anak Indonesia Kekurangan Gizi Kronik
Grafik perkembangan anak (anrisipit.wordpress.com)
Grafik perkembangan anak (anrisipit.wordpress.com)

VIVAlife -- Sejak tahun 2010, Indonesia dilaporkan telah berada di jalur yang benar dalam mencapai tujuan pertama dari Tujuan Pembangunan Millenium (MDG) tentang pengurangan jumlah anak yang kekurangan gizi dan berat badan di bawah usia lima tahun.

Tapi, dari survei yang sama juga menunjukkan sebuah peningkatan yang mengkhawatirkan sebesar 36 persen terhadap kekurangan gizi kronik pada anak di bawah usia lima tahun. Hal ini berarti satu di antara tiga anak pada kelompok usia itu memiliki ukuran badan lebih pendek dari standar tinggi badan yang diharapkan untuk usia mereka, seperti di Nusa tenggara Timur, 6 dari 10 anak terhambat pertumbuhannya.

Sementara dari laporan UNICEF mengenai perkembangan asupan gizi ibu dan anak menyatakan bahwa Indonesia memiliki jumlah anak dengan keterlambatan pertumbuhan terbanyak kelima di dunia. Diperkirakan sekitar 7,8 juta anak usia di bawah lima tahun di Indonesia terhambat pertumbuhannya.

Namun, Pemerintah Indonesia telah memberikan komitmennya untuk mengurangi kasus terhambatnya pertumbuhan pada anak di bawah usia lima tahun hingga hanya mencapai 5 persen, sementara untuk mengurangi kasus kekurangan berat badan Indonesia menargetkan akan turun hingga 15 persen.

Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Ketahanan Pangan dan Gizi, David Nabarro, menyatakan dukungan PBB kepada pemerintah Indonesia dalam upaya peningkatan gizi pada anak-anak.

"PBB mengapresiasi kebijakan Indonesia dalam menciptakan ketahanan pangan dan gizi bagi penduduknya. Indonesia memiliki pergerakan yang baik dalam menyelesaikan masalah gizi buruk dan mengurangi tingkat kelaparan," kata David Nabarro, saat ditemui di acara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi X Tahun 2012, di LIPI, Jakarta, Selasa, 20 November 2012.

Menurut Deputi Menteri Negara Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENS), Nina Sarjunani, kekurangan gizi merupakan sebuah masalah multifaktor yang terkait dengan pola makan buruk, praktik kebersihan makanan, infeksi pada anak-anak, dan perawatan yang tidak memadai.

"Kekurangan gizi juga erat kaitannya dengan kemiskinan, sehingga diperlukan pendekatan multisektoral yang terkoordinasi dengan baik," kata Nina Sarjunani.

Sementara menurut Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Angela Kearney, memberikan asupan gizi yang benar pada waktu 1000 hari pertama dalam kehidupan seorang anak merupakan hal yang penting, sehingga anak-anak dapat belajar dengan optimal dan memiliki kondisi kesehatan yang baik saat dewasa.

"Anak-anak yang pada masa itu tidak mendapat gizi yang memadai dapat mengalami masalah dalam pertumbuhan. Lebih jauh lagi akan mempengaruhi produktivitas dan pembangunan sebuah negara," kata Angela Kearney.

Komitmen tegas Indonesia terhadap gerakan global peningkatan gizi dan dalam penanganan kekurangan asupan gizi anak diharapkan menjadi fokus dalam arah pembuatan kebijakan pembangunan gizi di Indonesia, sehingga Indonesia memiliki generasi-generasi tangguh di masa depan.

"Upaya peningkatan gizi tersebut berguna untuk mempercepat pencapaian tujuan-tujuan pembangunan jangka panjang nasional," tutup Angela Kearney. (umi)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Tempat tidur seharusnya adalah tempat yang paling romantis bagi pasangan untuk menghabiskan malam. Apa jadinya jika tempat ini dinodai oleh konflik-konflik kecil yang justru membuat pasangan jadi berseteru. Waspadailah 10 hal yang paling banyak membuat pasangan bertengkar di atas ranjang ini.

Menurut survei, rata-rata pasangan bertengkar di kamar tidur sebanyak 167 kali dalam setahun. Penyebabnya paling banyak adalah karena berebut selimut dan mendengkur. Sebanyak 1 dari 10 pasangan mengaku bertengkar setidaknya 2 kali dalam seminggu.

Survei ini dilakukan terhadap 2.000 orang yang sedang menjalin hubungan dengan komitmen. Sebanyak separuh di antara seluruh peserta mengaku bahwa pasangannya mendengkur. Lebih dari setengah responden menyalahkan pria sebagai pihak yang sering mendengkur.

"Penelitian kami menunjukkan sebagian besar pertengkaran pasangan yang terjadi di kamar tidur berasal dari kebiasaan yang mudah diatasi seiring berkembangnya hubungan," kata Claire Haigh dari hotel Premiere Inn yang melakukan penelitian seperti dilansir Daily Mail, Selasa (20/11/2012).

Penelitian ini dilakukan untuk menyambut Pekan Nasional Berhenti Mendengkur di Inggris. Hasil temuan menunjukkan bahwa banyak orang yang sangat terpengaruh akibat pasangannya yang mendengkur dan memonopoli selimut di tempat tidur.

Untungnya, sebanyak 39 persen responden mengaku baik pria ataupun wanita sama-sama harus disalahkan. Pertengkaran lainnya adalah mengeluh tentang suhu kamar yang terlalu panas, mengijinkan anak-anak ikut tidur di ranjang dan karena masalah suasana hati saja.

Jajak pendapat juga mengungkapkan bahwa rata-rata responden terganggu sebanyak hampir 2 kali dalam seminggu oleh dengkuran pasangannya. Tapi pendengkur ini juga rata-rata terbangun dari tidurnya dengan napas berat hampir sekali dalam seminggu.

"Orang-orang menderita karena dengkuran dalam tingkatan yang bervariasi. Penelitian menunjukkan bagaimana sesuatu hal seperti mendengkur dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari, terutama jika salah seorang pasangan sedang amat membutuhkan tidur," kata Haigh.

Masalah lain yang menyebabkan perseteruan di kamar tidur adalah pasangan yang terlalu banyak mengambil tempat di atas ranjang. Tersentuh kaki pasangan yang dingin juga dapat menyulut pertengkaran. Lucunya, berpelukan terlalu lama juga dapat menyebabkan perselisihan.

Secara keseluruhan, 10 hal yang membuat perseteruan pasangan di tempat tidur adalah:
1. Memonopoli selimut
2. Mendengkur
3. Kamar terlalu panas
4. Tidak 'mood'
5. Membiarkan anak-anak tidur seranjang
6. Tidur di sisi ranjang yang salah
7. Kamar terlalu dingin
8. Tersentuh oleh kaki pasangan yang dingin
9. Waktu tidur yang tidak kompak
10. Menyalakan lampu untuk membaca



( pah/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Siapapun yang jadi pemimpin negeri ini, memang sebaiknya tidak banyak begadang kalau tidak ada perlunya. Penelitian membuktikan kurang tidur bisa memicu radang sendi. Kasihan kan, kalau sedikit-sedikit mengeluh nyeri sendinya kumat?

Hubungan antara nyeri akibat radang sendi dengan pola tidur sudah sejak lama menjadi perhatian para ahli. Ketika seseorang mengalami radang sendi, rasa nyeri saat kambuh bisa membuat kualitas tidur menurun karena sepanjang malam bisa terbangun kesakitan.

Namun penelitian terbaru membuktikan bahwa hubungan antara keduanya tidak hanya satu arah, melainkan dua arah. Nyeri akibat radang sendi tidak hanya membuat orang susah tidur, tetapi sebaliknya kurang tidur ataupun susah tidur juga bisa memicu terjadinya radang sendi.

Hal itu antara lain ditegaskan oleh Prof Alan Silman, direktur medis dari Arthritis Research UK. Menurutnya, kualitas maupun kuantitas tidur yang buruk bisa memicu berbagai jenis radang sendi seperti osteoarthritis (OA) maupun rheumatoid arthritis (RA).

"Ada korelasi antara kurang tidur dan rasa nyeri dan itu adalah lingkaran setan. Nyeri bikin orang kurang tidur dan sebaliknya kurang tidur bisa memicu nyeri akibat radang sendi," kata Prof Silman seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (20/11/2012).

Salah satu spekulasi yang berkembang mengatakan, tidur adalah waktu terlama dalam hidup manusia saat kadar senyawa-senyawa pemicu radang berada dalam level terendah. Bukan itu saja, bagi yang sudah terlanjur mengalami radang sendi, tidur adalah waktu terbaik bagi sendi untuk memulihkan diri.

Tidur yang baik menurut para ahli setidaknya memiliki fase tidur nyenyak atau deep sleep sebanyak 15 hingga 25 persen. Kalau diambil rata-rata, maka dalam semalam kurang lebih harus ada 1,5 hingga 2 jam waktu tidur yang berada dalam fase deep sleep.


( up/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Kasus HIV AIDS di Yogyakarta Serang Ibu Rumah Tangga

Kasus HIV AIDS di Yogyakarta Serang Ibu Rumah Tangga
Jika dihitung secara persentasi penularan HIV-AIDS kepada kalangan ibu dari tahun 2011 hingga tahun 2012 ini mencapai sekitar 12 persen (HIV AIDS)
Jika dihitung secara persentasi penularan HIV-AIDS kepada kalangan ibu dari tahun 2011 hingga tahun 2012 ini mencapai sekitar 12 persen (HIV AIDS)

VIVAlife- Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Ibukota Yogyakarta, Daryanto Chadorie mengatakan penyebaran penyakit HIV-AIDS di wilayah DIY semakin mengkhawatirkan.

Bahkan penyebaran HIV-AIDS ini sudah merambah ke kalangan ibu rumah tangga dan remaja. Berdasarkan data bulan Juni 2012, jumlah kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga di DIY menduduki ranking tertinggi kedua setelah wiraswasta.

Hingga  bulan Juni 2012, ibu rumah tangga dan remaja dengan
HIV/AIDS sebanyak 189 kasus. Data ini cenderung menunjukkan peningkatan.
 
"Ibu Rumah Tangga dan Remaja yang terkena HIV/AIDS terus meningkat," kata Daryanto Chadorie dalam seminar peringatan Hari Aids Sedunia di Gedung Pertemuan Unit VIII, Kepatihan, Pemprov DIY, Selasa, 20 November 2012.

Menurutnya, kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga tahun 2011 sebanyak 185 kasus dan tahun 2012 baru sampai Juni 2012 sudah meningkat menjadi sebanyak 189 kasus.

“Jika dihitung secara persentasi penularan HIV/AIDS kepada kalangan
ibu dari tahun 2011 hingga tahun 2012 ini mencapai sekitar 12 persen,” tandasnya.

Sekretaris KPA DIY, Risanto juga mengungkapkan, tahun 2010 ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS masih menduduki posisi tertinggi kelima, sedangkan yang menduduki posisi di atasnya adalah wiraswasta, profesional non medis, penjaja seks dan buruh kasar.

“Ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS salah satu penyebabnya
tertular dari suaminya yang sering jajan seks. Oleh karena itu,
ibu-ibu rumah tangga harus waspada dan mulai terbuka agar tidak
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,”katanya

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Sri Paduka Paku Alam IX, bahwa saat ini
banyak ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS dan di Indonsia
menempati posisi keempat dalam kasus AIDS di Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan laporan Menteri Kesehatan tahun 1987 hingga 2012 sudah ada 3.733 kasus ibu rumah tangga yang terinfeksi dari pasangan tetapnya.

 ''Yang sangat memprihatinkan kasus ibu rumah tangga yang terinfeksi
tersebut jumlahnya lebih besar dibandingkan PSK (Pekerja Seks
Komersial),'' kata Paku Alam IX. (ibk)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Masing-masing organ dalam tubuh manusia saling terkait dan berpengaruh satu sama lain, misalnya ginjal. Kondisi ginjal ternyata juga berkaitan dengan fungsi otak, sehingga jika terjadi masalah pada ginjal, otak dapat merasakan efeknya.

"Otak dan ginjal merupakan organ yang dipengaruhi oleh sistem kardiovaskular, sehingga kondisi kesehatan kedua organ tersebut saling berpengaruh satu sama lain" kata Adam Davey, profesor kesehatan masyarakat di Temple’s College of Health Professions and Social Work, yang memimpin penelitian.

Para peneliti dari berbagai universitas di Amerika memeriksa kembali data kesehatan dari studi terpisah yang dilakukan terhadap 590 orang selama 5 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin besar penurunan fungsi ginjal seseorang, semakin besar pula penurunan fungsi kognitifnya, yang secara khusus mengalami kemunduran penalaran dan daya ingat.

"Baik ginjal maupun otak sama-sama dipengaruhi oleh tekanan darah dan hipertensi, sehingga wajar jika perubahan pada satu organ akan dihubungkan dengan perubahan organ yang lain. Studi ini cukup memberikan bukti bahwa tingkat penurunan kognitif berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal," tambah Davey, seperti dilansir Health.India, Selasa (20/11/2012).

Informasi ini menunjukkan pentingnya mendiagnosa penyakit ginjal lebih dini dan segera mengobatinya sebelum berkembang menjadi kronis hingga menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Ketika fungsi kognitif seseorang terganggu, dirinya akan kehilangan kecerdasan dan penurunan daya ingat hingga mungkin dapat pikun di usia muda.

Fungsi ginjal memang semakin mengalami penurunan fungsi seiring berkembangnya usia, sehingga Anda perlu menjaga kesehatan ginjal agar fungsi otak juga terpelihara dengan baik. Waspadai faktor penyebab gagal ginjal seperti hipertensi.

Ubahlah diet Anda agar tidak menyakiti ginjal seperti menghindari makanan olahan dan makanan yang terlalu banyak mengandung garam. Sebaliknya pilih makanan yang rendah kalium seperti apel, kubis, buncis, anggur dan stroberi. Dengan menjaga ginjal tetap sehat, Anda juga dapat menjaga kesehatan otak.





( nvt/nvt)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Lima Pengaruh Kebahagiaan untuk Kesehatan

Lima Pengaruh Kebahagiaan untuk Kesehatan
Wanita bahagia (wallmay)
Wanita bahagia (wallmay)

VIVAnews - Bahagia merupakan suasana yang ditandai dengan perasaan senang, gembira, dan ceria. Situasi seperti inilah yang banyak dikejar oleh mayoritas orang pada umumnya. Selain dapat mempengaruhi kesehatan, juga mampu membawa pikiran positif.

Ada banyak keuntungan yang diberikan dari perasaan bahagia. Oleh karena itu  ada beberapa manfaat agar terhindar dari depresi dan stres serta menuju pada kebahagiaan.

Turunkan hormon stres
Dengan tertawa dapat menjadi 'obat' sempurna yang mampu membuat suasana tegang menjadi tenang. Di samping itu, tertawa dapat menurunkan kadar hormon stres anda, seperti kortisol dan adrenalin. Tentunya dengan menurunnya hormon juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Sembuhkan sakit kepala
Umumnya penyebab sakit kepala teratur, disebabkan karena stres yang berkepanjangan. Oleh karena itu, jika Anda mampu mengalihkan (mengontrol) semua masalah-masalah Anda dengan baik, pastinya otomatis Anda dapat menyingkirkan sakit kepala.

Untuk itu, sebisa mungkin buatlah diri Anda merasa bahagia. Misal dengan berkumpul bersama teman atau melakukan hal-hal menarik yang mampu memancing Anda tertawa.

Halau kram
Manfaat kebahagiaan yang satu ini terbilang unik dan jarang disadari oleh banyak orang. Ketika Anda dalam kondisi tertekan atau stres, setiap bagian tubuh Anda dapat menjadi kram otot. Misalnya rasa sakit pada bagian punggung bawah, belakang leher, dan bagian tubuh lainnya.

Jantung lebih baik
Beberapa orang percaya bahwa kesehatan mereka menjadi lebih baik karena mereka telah merasakan kebahagiaan. Namun bukan berarti mereka yang tidak merasak bahagia, tidak memiiki kesehatan jantung.

Oleh karena itu, Anda harus pintar-pintar menjaga kesehatan emosional Anda, misal dengan berlatih yoga atau meditasi. Selain mendapatkan cara mengontrol stres juga berujung pada kesehatan jantung.

Hidup lebih lama
Dalam sebuah penelitian membuktikan bahwa orang bahagia umumnya akan hidup lebih lama dibandingkan orang yang sehat. Jika menginginkan hidup bahagia, pastikan pula bahwa Anda dapat menikmatinya. (eh)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Kepribadian seseorang terbukti bisa mempengaruhi status kesehatannya secara umum. Orang-orang dengan kepribadian neurotik atau tampak memelas karena selalu merasa paling menderita biasanya malah jarang sakit, setidaknya secara fisik.

Secara mental, kepribadian neurotik tentu tidak terlalu sehat. Bagaimana mau sehat, orang-orang seperti ini selalu merasa cemas, khawatir, mood atau suasana hatinya tidak stabil dan yang jelas selalu merasa dirinya paling menderita di seluruh dunia.

Namun jangan salah, penelitian terbaru di University of Rochester membuktikan bahwa kepribadian seperti ini kadang justru menguntungkan secara fisik. Penelitian yang dipimpin Dr Nicholas Turiano ini membuktikan, orang-orang neurotik justru lebih jarang sakit.

Dari 1.000 orang dewasa yang diamati dalam penelitian tersebut, 441 orang diketahui memiliki skor neurotik yang tinggi yang berarti sifatnya makin memelas. Makin tinggi skornya, ternyata salah satu proteinnya yakni interleukin-6 teramati lebih rendah.

Secara teori, interleukin-6 atau sering disingkat IL-6 sering dikaitkan dengan risiko inflamasi atau peradangan di berbagai organ tubuh. Dalam kaitannya dengan penyakit, IL-6 bisa menjadi pencetus gangguan serius seperti sakit jantung, stroke, rematik, asma, diabetes dan bahkan kanker.

"Spekulasi kami, orang dengan neurotisme yang sehat mungkin terlalu perhatian pada kesehatan dan gaya hidupnya sehingga cenderung cepat-cepat berobat setiap ada masalah pada kesehatannya," jelas Dr Turiano seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (20/11/2012).

Istilah neurotisme sehat itu sendiri muncul tahun 2000, untuk membedakan dengan jenis neurotisme yang tidak sehat. Perbedaannya terletak pada perilaku, misalnya neurotisme yang tidak sehat biasanya makin memelas karena melampiaskan kecemasannya dengan makan berlebihan, merokok dan minum minuman keras.


( up/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Sebaiknya selalu bekali putra putri Anda dengan makanan sehat saat berangkat ke sekolah agar tidak teracuni oleh zat-zat berbahaya dari jajanan tak sehat yang ada di sekolah. Orang tua juga perlu waspada dengan jajanan yang paling rentan dengan zat pencemar berbahaya.

Berdasarkan data dari pemantauan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ada beberapa jajanan anak sekolah yang kerap ditambahi dengan zat-zat berbahaya atau dalam pengolahannya tidak memperhatikan aspek kebersihan.

"Zat kimia yang sering kita sampling adalah boraks (pengawet non makanan dan pestisida), formalin (pengawet non makanan dan disinfektan) dan pewarna non makanan. Kalau boraks paling banyak pada jajanan bakso, formalin pada mi dan pewarna pada kerupuk, gulali atau cendol. Sekarang juga mulai banyak pada pangan segar seperti manisan atau asinan buah," ujar Drs Halim Nababan, MM, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM, dalam acara Media Gathering di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Menurut Halim, penambahan zat berbahaya pada jajanan anak biasanya dilakukan pedagang untuk menarik si anak melalui warna atau bentuk yang lucu. Selain itu juga agar jajan dagangannya dapat bertahan lama. Sayangnya, zat tambahan itu justru dapat berbahaya bagi tubuh, terlebih anak-anak.

Berdasarkan pantauan BPOM, jajan sekolah tidak sehat paling banyak dijual oleh pedagang keliling yang berjualan di luar area atau pagar sekolah. Sedangkan di kantin, BPOM berupaya bekerja sama dengan pihak sekolah untuk dapat memberikan pengarahan pada penjaga atau pemilik kantin.

"Yang perlu diwaspadai juga kalau pedagang pakai es balok. Es balok itu kan untuk mendinginkan ikan bukan untuk pangan," lanjut Halim.

Karena orang tua tidak bisa mengawasi anaknya selama 24 jam penuh, orang tua harus mengajarkan kepada anak-anaknya agar lebih selektif dalam memilih jajanan.

Berikut hal-hal yang perlu orangtua tanamkan pada anak agar lebih cermat dalam memilih jajanan sehat di sekolah menurut BPOM, antara lain:

1. Pilih jajanan dengan kondisi yang baik

Sebelum membeli makanan, pastikan kondisinya masih segar dan tidak basi. Penjual jajanan kadang tetap menjual makanan sisa jualan hari sebelumnya tanpa memperhatikan kondisi makanan tersebut. Hindari membeli makanan yang telah berlendir, berubah warna atau berubah bau.

2. Hindari membeli jajanan dengan warna ngejreng

Beberapa pedagang menambahkan zat pewarna rhodamin agar makanan lebih menarik perhatian anak-anak. Padahal rhodamin merupakan zat pewarna yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil atau percetakan, yang berbahaya jika digunakan untuk makanan.

"Kalau warna makanan cocok dengan warna pakaian Anda, itu pasti pakai pewarna non pangan. Kalau dia alami pakai kunyit, warnanya tidak sama dengan baju," jelas Halim.

3. Hindari jajan makanan yang mengandung bahan berbahaya

Beberapa pedagang nakal kadang menambahkan formalin pada proses pembuatan mie basah dengan tujuan agar mie lebih tahan lama hingga 7 hari. Selain itu, imbau anak Anda untuk menghindari jajanan seperti bakso, cilok, cimol dan cireng karena beberapa penjualnya kadang menambahkan boraks agar teksturnya lebih kenyal.

4. Belilah makanan yang dijajakan dalam keadaaan tertutup

Para penjual gorengan yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan dalam keadaan terbuka akan membuat makanan tercemar mikroba dan kuman patogen dari debu-debu jalanan. Belilah makanan yang dijajakan dalam kemasan yang lebih tertutup untuk menghindari paparan debu, kuman dan lalat.


( mer/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Karena kesibukan orang tua di tempat kerja, terkadang anak-anaknya yang masih kecil dititipkan di tempat penitipan anak. Tapi orang tua harus lebih berhati-hati menitipkan anaknya karena penelitian terbaru menemukan anak-anak di tempat penitipan anak lebih berisiko terkena obesitas.

Peneliti menemukan 50 persen lebih murid sekolah yang dititipkan di tempat penitipan kelebihan berat badan jika dibandingkan dengan anak yang tinggal di rumah dengan orang tuanya. Bahkan meninggalkan anak dengan kerabat pun ditengarai secara signifikan meningkatkan risiko obesitas. Demikian dikutip dari Daily Mail, Selasa (20/11/2012).

Ketua penelitian dari University of Montreal, Dr Marie-Claude Geoffroy, menuturkan anak-anak umumnya dititipkan oleh orang tuanya saat berusia 1,5 hingga 4 tahun. Nah, lebih dari 50 persen dari mereka kelebihan berat badan atau mengalami obesitas saat berusia 4 hingga 10 tahun jika dibandingkan dengan anak yang tidak dititipkan.

"Perbedaan ini tidak dapat dijelaskan oleh faktor-faktor risiko yang diketahui seperti status sosial ekonomi orang tua, menyusui, indeks massa tubuh dari ibu, atau status pekerjaan ibu," ucap Dr Geoffroy.

Belum diketahui mengapa terjadi perbedaan berat badan anak-anak tersebut. Namun ditengarai makanan uang tidak sehat dan kurang olahraga menjadi pemicunya.

"Diet dan aktivitas fisik penting untuk dilakukan," kata Dr Sylvana Côté, yang ikut memimpin penelitian.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics itu mengimbau para orang tua tidak perlu khawatir. Namun para orang tua disarankan untuk memastikan anak-anaknya makan makanan yang sehat dan mendapat aktivitas fisik yang cukup saat di rumah atau saat berada di tempat penitipan.

Penelitian itu melibatkan 1.649 keluarga yang memiliki anak-anak yang lahir pada 1997-1998 di Quebec, Kanada. Para ibu diwawancara tentang pengasuhan anaknya di usia 1,5 tahun, 2,5 tahun, 3,5 tahun, dan 4 tahun. Kemudian anak-anak diklasifikasikan berdasarkan tipe pengasuhan yang diikuti, apakah kebanyakan tinggal di penitipan anak, di tempat kerabat, serta nenek dan orang tua.

Selama 6 tahun, peneliti mengukur tinggi dan berat badan anak-anak. Hasilnya menunjukkan ada perbedaan berat badan yang signifikan antara anak-anak yang diasuh orang tuanya dibandingkan yang lain.

Menurut peneliti, tempat penitipan anak bisa mengurangi risiko obesitas pada anak jika menerapkan aktivitas fisik yang cukup dan pola makan sehat.


( vit/up)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Sensasi Hangat Kopi Suasana Natal

Sensasi Hangat Kopi Suasana Natal
Kopi menjadi minuman yang menghangatkan di musim dingin. (Reuters)
Kopi menjadi minuman yang menghangatkan di musim dingin. (Reuters)

VIVAlife - Perayaan Natal identik dengan hidangan manis seperti permen berbentuk pohon natal dan minuman terbuat dari susu seperti eggnog. Namun, bagaimana jika kopi menjadi salah satu hidangan Natal?

Kopi merupakan minuman yang dapat dihidangkan dalam perayaan apapun, tetapi kopi sangat jarang diminum oleh anak-anak dan remaja. Kalangan ini lebih menyukai minuman yang lebih manis seperti sirup atau susu yang biasanya dihidangkan dalam perayaan.

"Di jaman sekarang, kopi dapat dipadukan dengan berbagai rasa lain untuk menciptakan perpaduan yang lezat sehingga kopi dapat dinikmati oleh berbagai kalangan terutama saat dalam momen hari raya," ucap Enny, staf promosi Starbucks Indonesia yang ditemui VIVAlife beberapa waktu lalu dalam acara launching Starbucks Red Cups dan Minuman Holiday Favorit.

Seperti kopi unik yang diluncurkan oleh Starbucks ini misalnya, Toffee Nut Latte yaitu kopi yang diolah dengan mencampurkan rasa toffee yang kaya dan buttery dikombinasikan dengan toasted nuts, espresso dan susu panas.

Selain itu, ada pula Peppermint Mocha yang memiliki cita rasa peppermint unik yang memiliki efek menghangatkan tubuh di musim hujan ini. Menu hidangan kopi lainnya yaitu Cranberry White Chocolate Mocha yang dikombinasikan dengan white chocolate yang begitu lezat serta topping cranberry drizzle. Menu-menu tersebut sangat cocok untuk dihidangkan dalam menyambut hari raya Natal. (eh)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Rasa cemas dan gelisah kadang muncul tanpa diharapkan dan sulit dihindari. Hal itu sangat manusiawi dan semua orang pasti mengalaminya. Tapi kalau sudah berlebihan, maka hal itu merupakan gangguan atau penyakit yang perlu disembuhkan.

Tanda-tanda rasa cemas itu sudah berlebihan dan bisa dikatakan sebagai penyakit atau gangguan adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Health.com, Selasa (20/11/2012).

1. Gelisah berlebihan
Ciri utama dari Generalized Anxiety Disorders (GAD) atau Gangguan Kecemasan Menyeluruh adalah rasa cemas yang berlebihan. Tapi sebenarnya yang dimaksud berlebihan itu seperti apa?

Sally Winston dari Anxiety and Stress Disorder Institute of Maryland mengatakan, GAD ditandai dengan kegelisahan yang persisten atau menetap sepanjang hari minimal selama 6 bulan berturut-turut. Ciri lainnya adalah mengganggu aktivitas sehari-hari dan disertai gejala tertentu, misalnya mudah lelah.

2. Masalah tidur
Susah tidur bisa berarti apa saja karena penyebabnya beragam, mulai dari gangguan fisik hingga mental. Jika tidak disertai penyebab yang jelas, namun setiap hari susah tidur dan selalu ada yang jadi pikiran maka itu bisa menandakan adanya gangguan kecemasan menyeluruh.

3. Ketakutan yang tidak masuk akal
Beberapa jenis gangguan kecemasan tidak selalu menyeluruh, kadang berhubungan dengan hal-hal tertentu misalnya saat terbang atau berhadapan dengan binatang tertentu misalnya ular. Istilah yang tepat untuk kondisi ini adalah phobia, yang termasuk salah satu jenis gangguan kecemasan.

4. Ketegangan otot
Ketegangan otot yang hampir konstan sering menyertai gangguan kecemasan dan sering muncul setiap saat tanpa disadari. Contohnya adalah sering mengatupkan rahang kuat-kuat padahal tidak sedang menggigit atau mengepalkan tangan maupun mencengkeram sesuatu.

5. Perut mulas yang kronis
Sindrom perut sensitif atau irritable bowel syndrome (IBS) termasuk salah satu gejala yang sering menyertai gangguan kecemasan. Sakit perut, begah, sering kentut, sembelit maupun diare patut dicurigai sebagai gejala GAD jika berlangsung terus menerus meski sudah diobati.

IBS tidak selalu berhubungan dengan gangguan kecemasan, tapi keduanya sering muncul bersamaan dan saling memperburuk satu sama lain.

6. Takut bergaul
Khawatir akan merasa canggung adalah hal yang wajar saat bergabung dengan sebuah komunitas baru. Namun jika kekhawatiran itu terlalu kuat dan selalu jadi pikiran, maka bisa dikategorikan sebagai gangguan kecemasan sosial atau istilah lainnya adalah fobia sosial.

Orang yang mengalami fobia sosial bisa menghabiskan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu dalam rasa cemas hanya untuk mendatangi suatu acara. Kalaupun akhirnya datang, biasanya juga tidak merasa nyaman dan sibuk memikirkan bagaimana penilaian orang terhadapnya.

7. Tidak percaya diri
Fobia sosial yang termasuk salah satu gangguan kecemasan tidak selalu muncul saat berada di kerumunan orang Dalam komunitas kecil atau bahkan saat hanya berdua, rasa cemas itu bisa muncul tiba-tiba seolah-olah semua mata sedang tertuju padanya, padahal mungkin tidak seorangpun sedang mempedulikan keberadaannya.

Orang yang mengalami gangguan seperti ini sering tiba-tiba blushing atau wajahnya bersemu merah, gemetar karena grogi, mual, berkeringat atau bahkan mendadak gagap saat bicara. Gejala ini sangat mengganggu dan membuat orang tersebut sulit menemui orang baru, menjaga pertemanan maupun bergaul secara normal di lingkungan pekerjaan atau sekolahnya.


( up/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Kebanyakan orang dapat mengatasi stres dengan metode relaksasi, misalnya melalui pemusatan pikiran, meditasi atau yoga. Tetapi pada beberapa orang yang kesulitan memusatkan pikiran, metode ini justru dapat meningkatkan stres.

Sekitar tahun 1980-an, seorang psikolog pertama kali mengetahui bahwa metode pereda stres dengan relaksasi tidak dapat bekerja pada semua orang. Relaksasi bahkan dapat menyebabkan kecemasan dan memperburuk stres pada beberapa orang tertentu.

"Pada awalnya relaksasi dapat memungkinkan stabilnya denyut jantung dan pernapasan kembali teratur, tetapi pada akhirnya pikiran akan kacau. Kami merasa perlu mengidentifikasi metode relaksasi tidak dapat bekerja terhadap pasien yang bagaimana,” kata Christina Lumberto, psikolog dari University of Cincinnati.

Sekarang, metode baru dapat membantu terapis mengukur tingkat stres pasien sehingga terapis dapat memilih cara mengatasi stres yang cocok untuk pasien. Alat baru tersebut diperkenalkan dalam konferensi tahunan tanggal 16 November kemarin, dengan harapan dapat membantu terapis mengetahui kapan harus menggunakan metode relaksasi dan kapan tidak.

Peneliti mengkaji data kuesioner dari 300 mahasiswa yang berisi pertanyaan-pertanyaan seperti ‘ketika napas menjadi lebih dalam, saya merasa takut’ dengan memberikan poin antara 0 sampai 5 sesuai dengan yang dirasakannya. Kuesioner tersebut dapat menangkap berbagai alasan mengapa orang mungkin akan kesulitan meredakan stres, perasaan malas, dan rasa takut yang di luar kendali.

“Dapat merasakan perubahan denyut jantung atau tekanan darah dapat menjadi suatu hal yang menyeramkan bagi orang-orang yang lebih sensitif. Fobia terhadap relaksasi cenderung lebih cemas dan anehnya juga lebih rentan terhadap asma,” kata Lumberto, seperti dikutip dari LiveScience, Selasa (20/11/2012).

Alih-alih meredakan stres dengan meditasi, orang yang fobia terhadap relaksasi mungkin perlu mencoba teknik lain seperti mencelupkan jari kakinya ke air dengan menggunakan metode yang disebut terapi pemaparan. Metode ini lebih sering digunakan untuk mengatasi fobia pada ruang terbuka atau fobia laba-laba.





( nvt/nvt)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Orang tua yang baru pertama kali mengasuh anak seringkali cemas bukan kepalang mendapati si buah hati demam atau tinggi suhu badannya naik. Padahal hal itu tidak perlu dicemaskan. Demam merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak, bahkan bisa dikatakan sebagai teman anak.

"Demam amat penting karena membantu anak-anak melawan infeksi. Demam dapat membantu anak pulih lebih cepat, terutama jika ia sedang berjuang melawan virus. Orang tua tak perlu terlalu khawatir jika anaknya mengalami demam tinggi," kata Hannah Chow-Johnson, asisten profesor di departemen pediatri di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine seperti dilansir Medical Daily, Selasa (20/11/2012).

Menurut Chow-Johnson, demam adalah cara tubuh untuk melawan infeksi dan orang tua tidak dapat menurunkan peningkatan suhu tubuh tersebut. Untuk membantu tubuh melawan infeksi, biarkan anak banyak beristirahat sambil tetap memberikan obat.

Lebih lanjut lagi, Chow-Johnson memiliki beberapa pedoman cara merawat anak selama demam, yaitu:
- Jika anak sedang tidur, biarkan ia tertidur
- Gunakan termometer digital atau konvensional untuk memeriksa suhu. Periksa sekali sehari saja sudah cukup
- Beri anak banyak cairan. Jangan terlalu banyak memberikan buah atau jus apel
- Kenakan pakaian dalam yang ringan pada anak
- Berikan obat penurun demam hanya bila diperlukan. Jangan gonta-ganti obat sebab dapat menyebabkan overdosis yang bisa sangat berbahaya.

Demam baru perlu mendapat perhatian serius dan butuh penanganan dokter apabila:
- Anak berumur kurang dari 8 minggu dan mengalami demam dengan suhu 38 derajat Celcius lebih
- Sistem kekebalan tubuh anak melemah akibat kemoterapi.
- Demam berlangsung selama 2-3 hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, pilek atau batuk
- Demam berlangsung lebih dari 5 hari harus diperiksa oleh dokter, bahkan jika kondisi anak terlihat membaik




( pah/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Sensasi Pedas Saus ini Bisa Membuat Sekarat

Sensasi Pedas Saus ini Bisa Membuat Sekarat
Cabai Naga Jolokia, cabai terpedas di dunia.  
Cabai Naga Jolokia, cabai terpedas di dunia.  

VIVAlife - Pepatah mengatakan, jika tidak tahan panas, segera angkat kaki dari dapur. Ini terjadi pada seorang koki di Inggris, yang dilarikan ke rumah sakit setelah mencicipi saus sambal super pedas di restorannya.

Arif Ali, pria berusia 26, merasakan reaksi parah, setelah ia mencoba saus sambal buatannya. Saus ini disiapkan untuk menyantap chicken wings, di acara tantangan lomba makan di restoran Jimmy's restaurant, di O2 arena, London.

Saus sambal tersebut mengandung jenis cabai bernama Naga Jolokia. Cabai yang memiliki skala 250,000 lebih pedas dari cabai biasa. Bahkan untuk menyentuhnya pun dibutuhkan sarung tangan latex.

Menurut seorang saksi, Ali dengan semangat mencicipi makanan yang ia masak, namun ia mulai berkeringat. Setelah minum susu, ia kembali menyantap dua potong chicken wings yang dilumuri saus tersebut. "Kemudian ia mulai terengah-terengah. Keringatnya bercucuran lalu ia tumbang di meja," ujar saksi tersebut pada The Daily Star.

"Ia digotong dan segera dilarikan ke rumah sakit. Menit sebelumnya ia terlihat baik-baik saja, namun menit berikutnya ia pingsan dan benar-benar terlihat sekarat," ucap salah seorang staf yang mengantar sang koki ke rumah sakit Hillingdon.

Restoran itu memang berniat menantang pelanggan untuk mengkonsumsi chicken wings dengan saus sambal super pedas. Namun, saat ini saus sambal tersebut telah disimpan dengan rapi di rak. Manager restoran, Salim Khan mengatakan, "Demi keamanan pelanggan, saat ini kami telah memutuskan tidak akan menggunakan saus tersebut lagi di menu restoran." (ren)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Dok, saya divonis dokter terkena penyakit jantung (pembengkakan jantung). Sebelum saya menikah belum merasakan gejala-gejala tapi setelah melahirkan sekitar 2 minggu saya merasakan sakit termasuk nyeri di dada, susah makan, sering berkeringat, susah tidur dan jantung berdebar-debar.

Yang ingin saya tanyakan, apakah ada obat untuk bisa pulih kembali? Dan pembengkakan apa bisa mengecil kembali? Kira-kira apa penyebabnya jantung bisa bengkak? Terima kasih.

Susanti (Perempuan Menikah, 24 Tahun), susanti.XXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 150 Cm dan Berat Badan 43 Kg

Jawaban:

Sebelumnya kami ingin menanyakan, ketika dokter memvonis bahwa Anda terkena pembengkakan jantung apakah disebutkan penyebabnya karena apa? Karena penyebab dari pembengkakan jantung sangat beraneka ragam, maka beda pula solusi pengobatannya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda konsultasi langsung (datang) ke dokter mengenai penyebab dan solusi pengobatan dari penyakit Anda.

Mengenai penyebab dari pembengkakan jantung ada berbagai macam. Pertama, pembengkakan jantung karena Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Terjadinya tekanan darah tinggi menyebabkan fungsi otot jantung harus ektra kerja keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Ini sangat berpengaruh terhadap terjadinya pembengkakan pada jantung.

Solusinya adalah mengurangi makanan yang mengandung garam-garaman berlebih, serta penyedap rasa MSG.

Kedua, pembengkakan jantung karena kurangnya berolahraga. Tubuh yang jarang berolahraga akan jarang mengeluarkan keringat. Resiko berat badan lebih atau obesitas menjadi pemicu terjadinya pembengkakan pada jantung. Tidak hanya pembengkakan pada jantung saja, badan berlebih juga menyebabkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Ketiga, pembengkakan jantung karena kerusakan pada katup jantung. Katup jantung ada 4, yakni katup mitral, trikuspid, pulmonal dan katup aorta. Masing-masing katup memiliki tugas dan peranannya masing-masing dalam memompa darah keseluruh tubuh. Jika ada salah satu bagian katup mengalami kebocoran atau penyempitan, maka sebaiknya Anda langsung memeriksakan diri ke dokter untuk solusi dan cara penyelesaian dari kebocoran atau penyempitan masing-masing katup.

Keempat, pembengkakan jantung karena kelainan jantung sejak lahir (jantung bawaan). Contohnya jantung bocor atau kerusakan (lubang) pada jantung. Jika ada kerusakan pada lubang sebaiknya Anda langsung periksa ke dokter untuk mencari solusi dan cara pengobatan dari kerusakan jantung tersebut.

Jika ada waktu, Anda boleh datang dan berkonsultasi ke kantor kami gratis dengan catatan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya. Terimakasih.

Profesor Xiao Mingdi

Dokter Spesialis Bedah Kardiovaskular di Shanghai Yodak Cardio-Thoracic Hospital. RS Cardio-thoracic Yodak Shanghai terletak di No.218 Jalan Longcao Distrik Xuhui Shanghai. Perwakilan di Jakarta ada di Menara Citicon Lantai 11 Blok Suite E ,Jalan S Parman Kav72,Slipi.Jakarta Barat 11410. Tel: 021 - 99808123 dan 021 - 99570666.

Anggota dari Association of Thoracic and Cardiovascular Surgeons of Asia, konsultan ahli dari Departemen Kesehatan RRC, Dewan Pengawas dari China National Science and Technology Progress Award, Wakil Direktur dari China Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Ketua Kehormatan untuk Shanghai Thoracic and Cardiovascular Surgeons Society, Standing Committee Member of the China Medical Doctor Association.


( up/vit)

Punya Pertanyaan Seputar Kesehatan? Silahkan Klik di Sini


Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Riset: Penganggur Rentan Terkena Serangan Jantung

Riset: Penganggur Rentan Terkena Serangan Jantung
Orang yang menganggur lebih berisiko mengalami serangan jantung. (heartattacktreatmenttips.com)
Orang yang menganggur lebih berisiko mengalami serangan jantung. (heartattacktreatmenttips.com)

VIVAlife - Stres akibat kehilangan pekerjaan membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung  terutama pada tahun pertama menganggur. Kesimpulan ini dilaporkan para ilmuwan AS berdasarkan sebuah studi terbaru.

Pengangguran, menurut hasil riset itu, memiliki segudang faktor risiko yang mungkin berkaitan dengan penyakit jantung.

Akademisi di Duke University di North Carolina mengamati tingkat serangan jantung di hampir 13.500 orang berusia 51-75 tahun. Kesehatan semua peserta diamati selama delapan tahun.

Dari kelompok ini, 70 persen kehilangan setidaknya satu pekerjaan, sementara 35 persen menghabiskan periode waktu menganggur. Secara keseluruhan, satu dari 12 orang mengalami serangan jantung selama periode delapan tahun.

Peneliti menemukan orang yang menganggur memiliki risiko 35 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung daripada mereka yang bekerja.

"Risiko terkena serangan jantung sangat tinggi dalam tahun pertama pengangguran," ungkap peneliti seperti dikutip Telegraph.

Mereka juga menemukan bahwa risiko serangan jantung dibangun secara bertahap setiap kali seseorang kehilangan pekerjaan. Sekali kehilangan pekerjaan meningkatkan risiko sebesar 22 persen. Namun, orang yang kehilangan pekerjaan empat kali mengalami peningkatan risiko serangan jantung sebesar 63 persen.

Menariknya, kehilangan pekerjaan kedua kali tak memiliki perbedaan signifikan dengan yang pertama kali. Tapi, ada lompatan besar saat kehilangan pekerjaan yang ketiga dan keempat.

Para peneliti mengatakan, "Kami menemukan bahwa risiko tinggi yang terkait dengan kehilangan pekerjaan adalah besarnya faktor risiko tradisional, seperti merokok, diabetes dan hipertensi."

Hasil studi yang dipublikasikan secara online di jurnal Archives of Internal Medicine ini memperhitungkan faktor latar belakang yang bisa menjelaskan sejumlah perbedaan risiko, antara lain perbedaan usia, status perkawinan, merokok, atau berolahraga.

Dr. William Gallo, ahli dari City University of New York, mengatakan ada bukti kuat pengaruh kehilangan pekerjaan terhadap kesehatan. Gallo menambahkan studi lanjutan diperlukan untuk melihat tindakan yang dapat diambil untuk menghentikan dampak pengangguran terhadap tingkat kesehatan masyarakat yang memburuk. (kd)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Banyak orang mengira melepaskan amarah dengan meledak-ledak akan mengurangi kekesalan dan melepaskan stres yang dialaminya. Bahkan selama berabad-abad, para pakar juga percaya bahwa pelepasan ketegangan (katarsis) itu baik bagi kesehatan seseorang.

Namun menurut penulis buku tentang cara mengelola amarah dengan pintar berjudul You Are Not So Smart, David McRaney, metode itu tidaklah akan banyak membantu mengurangi kemarahan seseorang.

Kendati begitu, jika Anda berpikir memendam kemarahan itu akan menggerogoti diri Anda dari dalam maka Anda juga salah besar.

Marah-marah hanya akan membuat segalanya menjadi lebih buruk. Alih-alih meredakan frustasi, marah-marah terbukti mampu mempertahankan mood yang buruk sehingga membuat orang yang mengalaminya memiliki perasaan destruktif yang intens dan tahan lama.

Disamping itu, para pakar psikologi juga mengungkapkan bahwa ekspresi kemarahan memang dapat melepaskan senyawa kimia yang membuat seseorang menjadi nyaman di dalam otaknya meski kadarnya hanya sedikit.

Masalahnya, senyawa kimia ini bisa menimbulkan kecanduan orang yang bersangkutan berpeluang untuk mencari-cari alasan agar bisa melampiaskan kemarahannya lagi.

Itulah mengapa orang-orang yang berhasil melepaskan kemarahannya justru lebih cenderung bertingkah agresif dalam berbagai situasi. "Jika Anda terbiasa 'menyalakan uap' maka Anda akan jadi bergantung padanya," papar McRaney.

Pendekatan yang lebih efektif adalah ' take your anger off the stove' atau keluarkan amarah Anda dari 'kompornya', tambahnya.

"Alihkan perhatian Anda dengan sesuatu yang menyenangkan, pasif dan menenangkan diri Anda seperti mendengarkan musik yang lembut, jalan-jalan atau merawat hewan peliharaan," pungkasnya seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (20/11/2012).




( nvt/nvt)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Tas Perca Batik Olivia Zalianty Sampai New York

Tas Perca Batik Olivia Zalianty Sampai New York
Olivia Zalianty (VIVAlife/Rizky Sekar Afrisia)
Olivia Zalianty (VIVAlife/Rizky Sekar Afrisia)

VIVAlife - Lama tak terdengar kiprahnya di kancah perfilman, Olivia Zalianty rupanya sedang asyik berbisnis. Memasarkan produk kerajinan berupa tas dari perca batik kreasi warga Majenang, Jawa Tengah.

Olivia sengaja datang langsung memberikan pelatihan kewirausahaan kepada ibu-ibu dan sejumlah siswi SMA Karya Guna Nusantara yang terlibat. Bagaimana mengolah sisa potongan kain batik tak terpakai menjadi sebuah produk bernilai ekonomi tinggi.

"Saya ke daerah perbatasan Jawa dan Tengah Jawa Timur. Saya datang ke pedalaman, memberikan spirit dan motivasi. Dan, mereka sangat bersemangat untuk membuat produk-produk itu," ujar aktris yang populer lewat film 'Ada Apa Dengan Cinta' itu, di acara Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012.

Olivia mengatakan, proses pengerjaan tas dari perca batik sebenenarnya mudah. Tak membutuhkan biaya mahal. Yang menjadi kendala justru kapasitas produksi yang terbatas mengingat pembuatannya yang manual (handmade). 

"Dari Singapura pesen 700 buah, tapi kami loss opportunity, karena nggak bisa memenuhi permintaan sebanyak itu dalam waktu cepat. Ini kan kerajinan tangan, bukan pabrik," ujarnya. "Saya sedang berpikir bagaimana bisa mengerahkan sumber daya manusia yang banyak dengan kualitas terjaga."

Dengan strategi pemasaran berskala kecil, ia tak menyangka produknya memikat banyak kalangan. Februari mendatang, produknya pun dipercaya ikut pameran di ajang Indonesia Fashion Week. Bahkan, sudah ada yang melirik dan bersiap diboyong ke New York, Amerika Serikat.

"Nanti akan kerja sama dengan perancang busana, jadi didampingi sama mereka. Sedangkan yang ke New York juga dibawa untuk pameran," ucapnya seraya menjelaskan bahwa sebagian profit usaha ini ia dedikasikan untuk mendukung program-program pendidikan di Tanah Air. (ms)


Source : kosmo[dot]vivanews[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta - Beberapa penyakit tertentu identik dengan wanita karena lebih sering dialami kaum hawa. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari masalah hormon hingga psikis. Tapi ternyata, beberapa penyakit khas wanita juga dapat menyerang pria.

Penyakit khas wanita yang menyerang pria ini memang tak banyak, kasusnya juga masih terhitung amat jarang. Wanita lebih mau membicarakan kondisi kesehatannya dengan dokter sehingga berhasil menyelamatkan jutaan nyawa. Pada pria, kesadarannya belum begitu tinggi.

Seperti dikutip dari Body and Soul, Selasa (20/11/2012) penyakit tersebut antara lain:

Source : detik[dot]feedsportal[dot]com

Artikel Terbaru

Artikel Terbaru
Jakarta, Cegukan merupakan kondisi yang wajar dialami oleh semua orang, tetapi jika cegukan bertahan hingga lebih dari seminggu dan menimbulkan masalah kesehatan lain, harus segera mendapatkan perawatan medis. Kondisi ini dialami oleh pria Amerika yang terus-menerus cegukan selama 10 hari.

Micky Cheney yang berusia 39 tahun, terus mengalami cegukan persisten hingga mengharuskannya menjalani rawat inap di rumah sakit. Awalnya Cheney mengira bahwa cegukannya tersebut dapat berhenti dengan sendirinya setelah beberapa jam, tetapi cegukan terus berlangsung hingga seharian penuh.

"Cegukan tersebut sangat mengganggu karena tidak kunjung berhenti dan bahkan membuatnya muntah," kata Keri, istri dari Micky Cheney, seperti dikutip dari ABC News, Selasa (19/11/2012).

Cheney kemudian memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter. Tetapi obat yang diresepkan oleh dokter ternyata tidak cocok untuk menangani cegukan yang bersifat konstan dan setelah cegukan berlangsung selama 4 hari, Cheney kembali memeriksakan kondisinya ke Maine Medical Center di Portland.

"Cegukan tersebut membuat sumai saya kehilangan berat badan hingga 6 kilogram karena muntah sekitar 10 kali sehari dan kesulitan untuk tidur," kata Keri Cheney.

Cegukan adalah kejang diafragma, yaitu otot yang sama yang berkontraksi ketika batuk. Kejang tersebut dapat menyebabkan terhambatnya pernapasan karena kontraksi yang terus menerus menyebabkan terpotongnya napas.

Menurut sebuah penelitian tahun 2002 yang diterbitkan dalam Journal of National Medical Association, sebanyak 4.000 orang Amerika dirawat di rumah sakit setiap tahunnya karena cegukan. Cegukan persisten ini dapat disebabkan oleh stres, kerusakan saraf, tumor, infeksi, atau komplikasi akibat penggunaan obat-obatan tertentu.

"Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, kelelahan, dan insomnia. Kurang tidur karena rasa tidak nyaman akibat cegukan inilah yang menyebabkan kelelahan," kata Dr John Clarke, direktur klinis di Johns Hopkins Center for Neurogastroenterology di Baltimore.

"Penyebab cegukan suami saya belum sepenuhnya jelas, meskipun dokter percaya mungkin ada hubungannya dengan peradangan di kerongkongan. Kami berharap agar dokter segera menemukan penyebabnya dan dapat memberikan pengobatan yang tepat," kata Keri.


( vit/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com