KOMPAS.com - Menjelang waktu berbuka, aneka makanan ringan sampai berat dihadirkan untuk memenuhi selera bersantap dan mengenyangkan perut. Kolak pisang, teh manis, aneka kue manis dan gorengan, sampai nasi dan lauk-pauknya, pasti langsung berpindah ke perut dengan cepat.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan jenis makanan ini. Hanya saja, ahli gizi Dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK, mengungkapkan bahwa menu ini kurang lengkap.
"Seperti aturan menu gizi seimbang, makanan harus dilengkapi dengan buah. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah memiliki peran penting untuk tubuh," ungkap Fiastuti, dalam acara "Puasa Sehat dan Nikmat Bersama Gerakan Buavita Frutarian" di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2013) lalu.
Ditambahkan Fiastuti, buah memiliki banyak manfaat selama puasa. Antara lain, membantu perut kenyang lebih lama karena kandungan serat yang tinggi, dan membantu menjaga kadar glukosa darah agar lebih stabil. Kadar glukosa dalam darah yang lebih stabil akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama, namun tetap enerjik saat beraktivitas.
"Beberapa jenis buah memiliki kandungan karbohidrat kompleks di dalamnya, sehingga proses pemecahan dalam tubuh berlangsung lebih lama. Inilah yang membuat kadar gula darah tetap stabil dan Anda tidak lemas," katanya.
Konsumsi buah selama puasa juga membantu menjaga proses pencernaan yang optimal sehingga saluran cerna tetap sehat selama puasa. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral dalam buah juga menjaga daya tahan dan stamina tubuh. Konsumsi buah yang dianjurkan adalah setiap kali selesai makan sahur dan setelah berbuka.
Ia melanjutkan, pada dasarnya semua jenis buah bisa disantap untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Namun, sebaiknya sesuaikan dengan waktu menyantapnya. "Saat berbuka misalnya, sebaiknya tidak mengonsumsi buah yang asam. Setelah 14 jam berpuasa, lambung jadi kosong. Buah yang asam akan membuat lambung jadi kaget dan sakit," terangnya.
Selain itu, pemilihan buah yang dikonsumsi sebaiknya juga bervariasi, baik dari jenis maupun warnanya. Dosen Fakultas Kedokteran UI ini menambahkan bahwa setiap buah memiliki manfaat dan kandungan vitamin yang berbeda-beda tergantung dari warnanya. Maka untuk mendapatkan semua manfaat baik dari buah, makanlah buah yang bervariasi jenis dan warnanya.
Lalu buah-buahan jenis apa yang paling baik disantap? Jawabannya adalah gabungan antara buah tropis seperti pepaya, jeruk, mangga, jambu, nanas, dan pisang, dengan buah-buahan non-tropis seperti berries.
"Kalau memang sulit menemukan buah non-tropis ini, bisa diganti dengan jus buah kemasan," sarannya.
Editor : Felicitas Harmandini
- Minum Air Putih Hangat Saat Berbuka Puasa
- Kiat Bugar Raline Shah Selama Berpuasa
- Makan Buah Saat Sahur, Puasa Lebih Berenergi
- Aturan Makan Saat Sahur dan Berbuka
- Hindari Makanan Manis Saat Sahur
- Liverpool ke Indonesia
- Kasus Ponsel Terbakar
- Penertiban PKL di Jakarta
- MotoGP AS
- Gebrakan Jokowi-Basuki
- Geliat Politik Jelang 2014
Ada 14 Komentar untuk artikel ini
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Kalo perlu setiap kali salah ngitung hukumannya hitung ulang dari awal lagi.... begitu seterusnya.... pokoknya setiap kali salah hitung....hukuman hitung ulang dari awal/nol lagi...tidak boleh pakai kalkulator
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Ngitungnya pake metode apa nih mas ? hehe...
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Pake metode kumon apa kuman
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Setuju....tapi sampeyan yang ngawasi :P
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Hehe...ngitungnya berap ahari tuh pakHehe...ngitungnya berap ahari tuh pakHehe...ngitungnya berap ahari tuh pakHehe...ngitungnya berap ahari tuh pak
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Itulah indonesiaku...selalu ngomongin pajak yang berpersen-persen nilainya
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Pedes pak..hehe...pedes tenan
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Mugi-mugi diparingi kesabaran nglakonine
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Wa...ngga lucu..ngga lucu...mana donk hasilnya buat rakyat
Selasa, 8 Desember 2009 | 11:18 WIB
Hasilnya diembat sendiri, bung hehe...