LOreal Kembali Mencari Perempuan Peneliti


KOMPAS.com - LÓreal kembali menggelar program For Women in Science (FWIS) Nasional, mendukung perempuan peneliti Indonesia untuk memajukan sains, melalui pemberian beasiswa. Empat perempuan peneliti terpilih akan mendapatkan dukungan dana masing-masing Rp 75 juta untuk enam bulan penelitian.


Program yang mendapatkan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Riset dan Teknologi ini telah berlangsung 10 tahun di Indonesia dan menjadi bagian dari program serupa tingkat internasional yang telah berjalan selama 15 tahun.


Pemilihan perempuan peneliti peraih anugerah berupa beasiswa ini juga bermaksud mendorong perkembangan sains di Indonesia. Terutama memfasilitasi perempuan mengembangkan kariernya dalam bidang sains.


Melanie Masriel, Head of Communication PT LÓreal Indonesia mengatakan meski banyak perempuan yang mencapai edukasi tinggi, tapi jumlah perempuan peneliti masih minim.


"Ilmuwan atau peneliti masih perlu dipromosikan, program ini sebagai pembibitan ilmuwan muda di Indonesia,"ungkapnya saat bincang-bincang Kick Off LÓreal Indonesia Fellowships for Women in Science 2013 di Gedung Dikti, Jakarta, Rabu (29/5/2013).


Melalui FWIS Nasional, LÓreal mencari empat perempuan peneliti muda, berusia maksimal 37. LÖreal bersama tim juri akan menyeleksi proposal yang dikirimkan perempuan peneliti mulai 15 September hingga 1 Oktober 2013. Selain kriteria usia, program ini juga menyeleksi perempuan peneliti yang berlatar belakang pendidikan minimal S-2. Syarat lainnya, penelitian dilakukan di institusi berbeda atau tidak dilakukan di institusi asal calon penerima beasiswa.


Tak ada hal baru dari program tahunan LÓreal ini, namun pada tahun ke-10 ini LÓreal mengemas program pendukung lebih menarik dibandingkan tahun sebelumnya. "Nantinya akan ada science week untuk memberikan inspirasi,"ungkapnya.


Sebagai langkah awal, LÓreal bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KNIU Kemdikbud), bekerjasama dengan Direktorat Kemdikbud Pendidikan Tinggi (DIKTI) menggelar video conference, mengenalkan program ini kepada sejumlah universitas. '


Melanie mengungkapkan banyak perempuan peneliti di universitas yang berpotensi. "Setiap universitas ada potensi perempuan peneliti," tambahnya.


Ketua Harian KNIU Kemdikbud, Prof. Dr. Arief Rachman MPd juga meyakini Indonesia memiliki banyak kekuatan perempuan peneliti. Perempuan peneliti Indonesia juga berhasil mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.


"Dalam 10 tahun pelaksanaan program ini, Indonesia mendapatkan lima pemenang internasional mengalahkan beberapa negara Asia Pasific seperti Jepang, Malaysia, Filipina,"ungkapnya.


Berminat berkompetisi untuk meraih beasiswa ini? Aplikasi program dapat diunduh dari website KNIU Kemdikbud http://www.indonatcom.org


Editor :


wawa