Anak yang Gemuk Lebih Gampang Tertarik Iklan Makanan

Jakarta, Anak-anak mudah sekali tertarik dengan iklan makanan yang dapat dijumpai di TV, internet, atau poster di pinggir jalan. Studi terbaru menunjukkan bahwa anak yang kelebihan berat badan memiliki ketertarikan tertinggi terhadap iklan makanan yang dapat membuat anak semakin gemuk.

Kasus obesitas pada anak semakin meningkat dan kini telah menjadi masalah kesehatan masyarakat. Sehingga hal ini harus menjadi perhatian banyak pihak seperti orang tua, orang-orang di lingkungan sekolah, dan siapa saja yang berhubungan dengan anak-anak.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kegemukan pada anak, antara lain seperti kurangnya pengasuhan orangtua, gen, dan kurang tidur karena terlalu banyak menghabiskan waktu di depan TV atau komputer. Bahkan telah banyak perdebatan tentang industri makanan yang mungkin berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah anak yang obesitas.

Anak-anak yang mengalami obesitas berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan bahkan kanker ketika telah dewasa. Sebuah studi melaporkan bahwa sekitar 17 persen anak-anak yang kelebihan berat badan cenderung menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas juga.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Pediatrics edisi tanggal 30 November, menunjukkan bahwa anak yang telah memiliki masalah berat badan, lebih mudah tertarik dan terpengaruh oleh iklan makanan seperti makanan berlemak, manis, atau asin di TV atau internet dibandingkan anak dengan berat badan yang sehat.

Menurut HBO special 'The Weight of the Nation', industri makanan di seluruh dunia menghabiskan selitar 1,6 triliun dollar setiap tahunnya untuk membuat iklan makanan padat energi, minuman ringan berkarbonasi, sereal sarapan yang manis, snack asin yang cenderung tinggi lemak, gula dan garam, tetapi miskin nutrisi.

Amanda S. Bruce, PhD, dan rekan dari University of Missouri dan University of Kansas Medical Center mempelajari 10 anak yang obesitas dan 10 anak dengan berat badan yang sehat untuk membandingkan apa yang terjadi pada otak peserta ketika menanggapi stimulus dari iklan makanan.

Peserta diminta melihat 60 iklan makanan dan 60 iklan non-makanan, kemudian peserta menjalani MRI fungsional untuk mencari tahu bagian dari otak yang mana yang bereaksi ketika anak melihat iklan makanan.

Anak-anak yang obesitas menunjukkan aktivasi di beberapa daerah di otak yang mengatur tentang kesenangan. Tapi otak anak dengan berat badan normal menjadi lebih aktif di daerah yang terkait dengan pengendalian diri dan lebih mudah mengontrol diri.

"Studi ini menyoroti pentingnya membantu anak-anak mengontrol diri untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Intervensi perilaku dengan pembatasan akses iklan makanan dapat membantu menurunkan berat badan," kata Bruce, seperti dilansir emaxhealth, Senin (3/11/2012).






( nvt/nvt)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com