Saat Kumis Anak Laki-laki & Payudara Anak Perempuan Muncul Lebih Cepat

Jakarta, Mengalami masa puber yang lebih cepat tentu bisa berdampak bagi tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis. Lalu apa dampak psikis yang muncul jika seorang anak puber terlalu cepat?

Seorang anak disebutkan mengalami pubertas dini atau pubertas prekoks jika tanda seksual sekunder pada anak perempuan sudah muncul sebelum usia 8 tahun sedangkan anak laki-laki sebelum usia 9 tahun.

Tak jarang anak yang mengalami pubertas dini kerap sering diledek oleh teman-temannya, seperti untuk anak laki-laki merasa malu karena sudah tumbuh kumis atau pada perempuan jadi minder karena payudaranya lebih besar dibanding teman-temannya.

"Yang masalah adalah ketika menyikapi pubertas dini ini dengan mengolok, nah ini kebiasaan yang bisa menjadi masalah," ujar psikolog Rustika Thamrin, Psi saat ditemui detikHealth dan ditulis, Rabu (21/11/2012).

Psikolog Tika menuturkan jika lingkungan mengolok anak akan berpikir orang-orang disekitarnya tidak menerima dirinya tapi justru mempermalukan yang bisa membuat anak menyendiri, self esteem (harga diri) anak terganggu sehingg membuatnya tidak berani berekspresi dan sikapnya tertutup.

"Kalau sudah puber maka payudara akan tumbuh, karena malu anak akan berusaha menutupinya misalnya jalan membungkuk dan badannya kaku, nggak berani untuk keluar," ujar Tika yang lulus dari Psikologi Universitas Indonesia tahun 1994.

Dalam hal ini peran orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman pada anak mengenai pubertas, seperti apa yang terjadi di dalam tubuh sehingga anak bisa memiliki sedikit gambaran.

"Jadi sebelum anak puber harus diajak cerita dan dipandang sebagai sesuatu yang positif dan bukan menakutkan atau suatu proses yang memalukan. Orang tua bisa bilang 'Nanti kalau kamu sudah usia tertentu, kamu puber itu artinya hebat kamu bisa dipercaya dan sudah jadi orang yang bisa mengambil keputusan sendiri," ungkap Tika.

Sementara itu dr Aditya Suryansyah, SpA menuturkan pubertas yang timbul lebih awal tidak hanya ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang besar dan menjadi lebih cepat tinggi, tapi tulangnya juga jadi lebih cepat menutup.

Di samping itu, bila terlalu cepat mengalami pubertas maka hormonnya akan tinggi dan itu membuat anak menjadi 'dewasa lebih cepat', padahal mentalnya belum siap menjadi dewasa.

Pada akhirnya, anak tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal yang ditakutkan yaitu bila ia menyenangi lawan jenis yang dapat menimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan akibat dorongan hormonalnya tersebut, misalnya ada kemungkinan hamil duluan.

( ver/vit)
Source : detik[dot]feedsportal[dot]com